Beranda > PENDIDIKAN > BROTOWALI (Tinospora tuberculata Beumee)

BROTOWALI (Tinospora tuberculata Beumee)

Salam Persahabatan Blog !!!

Hari ini tiba-tiba saja tak sengaja berjalan-jalan disekitar kebun di depan rumah dan menemukan tanaman yang bernama Brotowali, begitu kalau orang jawa menyebut nama tanaman ini, namun kalau orang dayak menyebutnya dengan tanaman kilanan, berikut klasifikasi tanaman Brotowali :

(gambar didapat dari Internet, karena pada saat ke kebun tidak membawa kamera digital)

BROTOWALI

Nama Umum

Indonesia  :  Brotowali, Bratawali

Melayu  : Putar wali

Klasifikasi :

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Magnoliidae
Ordo: Ranunculales
Famili: Menispermaceae
Genus: Tinospora
Spesies: Tinospora tuberculata Beumee

Resep Tradisional Brotowali:

  • Luka : Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.
  • Demam : 2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x 1/2 gelas.
  • Rheumatik : 1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, ditambah madu secukupnya, minum. Sehari 3 x 1/2 gelas.
  • Demam kuning (icteric) : 1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas.
  • Kencing manis : 1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4 jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, sehari 2 X 1 gelas.
  • Kudis (scabies) : 3 jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.
  1. 14 Januari 2011 pada 14:32 | #1

    saking pahitnya sesuatu, sampai diungkapkan dengan kalimat, manis brotowali

  2. 15 Januari 2011 pada 02:24 | #2

    Pahit tapi obat
    herbal lebih baik :)

  3. 15 Januari 2011 pada 04:09 | #3

    Kebetulan saya orang jawa jadi sudah tidak asing dengan yang satu ini dan memang banyak banget khasiatnya.Lebih baik yg herbal karena lebih aman jika dibanding obat-obatan karena telah mengalami proses kimiawi.

    Salam Kenal Kembali

  4. 15 Januari 2011 pada 10:11 | #4

    tanaman penuh manfaat untuk pengobatan alami..

  5. 15 Januari 2011 pada 12:48 | #5

    di kampung saya, brotowali itu selalu jadi idiom utk hal2 yang rasanya pahit. “Rasanya kayak brotowali”. ternyata tanaman ini juga punya bahasa latinnya.

  6. 15 Januari 2011 pada 14:04 | #6

    Tanaman merupakan obat yang alami dalam menyembuhkan penyakit. Dan, pemanfaatan brotowali ini harus lebih disebarluaskan lagi karena saya yakin masih banyak yang kurang tahu

  7. 16 Januari 2011 pada 00:57 | #7

    Kalau ibu2 mau menyapih anaknya, tumbukan brotowali itu diolesin aja di dada ibu, akhirnya karena kepahitan anak jadi nggak mau asi lagi.

  8. 16 Januari 2011 pada 05:44 | #8

    Disamping rumah saya buanyak banget mas. Tapi kebetulan saya belum tahu manfaatnya, jadi sudah saya tebang habis. Semoga masih bisa tumbuh.

  9. 16 Januari 2011 pada 12:22 | #9

    brotowali ini banyak khasiatnya pak walo rasanya pait ( kaya yang dah pernah ngerasain aja hehe ^^ )

  10. 17 Januari 2011 pada 03:14 | #10

    Tanaman ini banyak digunakan di daerah Jawa, untuk berbagai obat, antara lain jika anak sulit makan. Rasanya pahit sekali.

  11. 18 Januari 2011 pada 01:04 | #11

    yang saya tahu, ini buat jamu
    dulu rutin makan jamu pahit
    kata penjualnya: dibuat dari brotowali
    hehehe… salam sukses..

    sedj

  12. 22 Januari 2011 pada 23:48 | #12

    Brotowali itu rasanya pahit, meski banyak sekali khasiatnya hendaknya pemakaian harus memperhatikan efek sampingnya juga.

    setahu saya efek pahit yang ditimbulkan juga bisa melemahkan fungsi hati dalam menangani racun

  13. 22 Januari 2011 pada 23:50 | #13

    Ini adalah obat alami.

  14. 16 Juni 2011 pada 14:28 | #14

    brotowali emang pahit sekali tapi hasiat nya emang besar terutama untuk sakit darah kotor.

  15. 16 November 2011 pada 06:29 | #15

    salam kenal…
    saya pendatang baru di dunia blog. melihat blog bang bayu, ternyata blognya bagus ya…
    kalau boleh saya pasang likn di blog saya…
    terima kasih.

  16. sigit a. iriantoro
    22 April 2012 pada 06:28 | #16

    saya saat ini tengah mengkonsumsi ramuan herba campuran antara sambiloto, mkumis kucing dan brotowali untuk meredam gula darah saya yang cenderung tinggi. semoga pengobatan alternatif dengan ramuan tradisional ini lebih baik dan mampu menjadi alternatif obat dengan zat kimiawi. amien. salam saya dari Jogja Barat.

  1. 16 November 2011 pada 06:30 | #1

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.